RSS

Kumpulan Daftar Pustaka Artikel Mulyadi

21 May

Identifikasi Bakteri Staphylococcus aureus dan Jamur Helminthosporium sp

KEPUSTAKAAN

Adam, S. (1992). Dasar-dasar Mikrobiologi dan Parasitologi untuk Perawat. Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Anonimus, (1994). Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran, Edisi Revisi. Binarupa Aksara, Jakarta.

Anonimus, (2011). Busuk Batang, Helminthosporium sigmoideum. Http://www. index.php.html

Brooks, g.f., j.s. Butel, s.a. Morse, (2007). Mikrobiologi kedokteran (medical microbiology). Bagian mikrobiologi fakultas kedokteran universitas airlangga. Salemba medika, jakarta.

Djuanda, A., M. Hamzah dan S. Aisah, (2005). Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi 4. Cetakan 1. Universitas Indonesia, Jakarta.

Faiq, m. (2010). Pengenalan penyakit tanaman pangan. http://www. Pengenalan-penyakit-tanaman-pangan.html

Gaman, P.M. dan K.B. Sherrington, (1992). Ilmu Pangan: Pengantar Ilmu Pangan Nutrisi dan Mikrobiologi, Edisi Kedua. Diterjemahkan dari buku The Science of Food, An Introduction to Food Science, Nutrition and Microbiology oleh Murdijati Gardjito, dkk. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Gibson, J.M. (1996). Mikrobiologi dan Patologi Modern Untuk Perawat. Diterjemahkan dari buku Modern Microbiology  and Patology for Nurses oleh I.K.G. Soma Prasada. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Gillies, R.R. (1984). Bacteriology Illustrated. Fifth Edition. Churchill Livingstone, New York.

Larone, D.H. (1939). Medically Important Fungi. Medical Department Harper and Row Publisher Hagerstown, New York.

Sufian, m. (2009). Penyakit pada sayuran. http://www.penyakit-padasayuran.html

Volk, W.A. dan M.F. Wheeler, (1989). Mikrobiologi Dasar, Edisi Kelima, Jilid Dua. Diterjemahkan dari buku Basic Microbiology oleh Markham. Erlangga, Jakarta.

 

 

 

 

Penyakit Mastitis pada Kambing

DAFTAR PUSTAKA

Agnesia,  E. T. W.,  Wibawan W. T dan   Wibowo,H. (2005).  Characterization of haemagglutinin of streptococcus agalactiae and staphylococcus aureus on subclinical mastitis in dairy cows. 1Bagian Mikrobiologi FKH-UGM, 2)Bagian Imunologi FKH-IPB. J. Sain Vet. Vol. 23 No. 2

Andi, R.,  Yuni R. dan joko, D.H.,( 2006) .Penularan mastitis .FKH-IPB . J. Sain Vet. Vol. 22 No. 1

Subronto., (2003) Penyakit Mastitis pada Kambing. UGM press. Yogyakarta.

Simon., (2009). Pedoman Teknis Pemeliharaan Induk dan Anak Kambing Masa Pra-Sapih. Loka Penelitian Kambing Potong Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Sumatra Utara .

Anomimus., (2008). Penyakit Mastitis Pada Kambing Perah. http://www.lembahgogoniti.com/component/content/article/30-penyakit-kambing/47-penyakit-mastitis-pada-kambing-perah.html

Anonimus.,(2010a) Mychoplama pada kambing perah . http://duniaveteriner.com/2010/03/mycoplasma-mastitis-pada-sapi-perah/print

Anonismus., (2010b) Bagai Mana Cara Mencegah Dan Menangani  Penyakit Kambing. http:// mastitis/index.php.htm

Anonimus., (2010c). Mastitis, Ulah Kuman.dan Peternak. http://www.disnak.jabarprov.go.id/images/artikel/Mastitis.doc

.

Salmonella sp dan Streptomyces sp

KASUS I

DAFTAR KEPUSTAKAAN I


Anonimus, (1994). Buku ajar mikrobiologi kedokteran. Binarupa aksara, jakarta.

Anonimus, (2006). Manual Pengobatan Hewan. Dinas Pertanian dan Peternakan    Kabupaten Tanggerang, Tanggerang.

Anonimus, (2007). Farmakologi dan Terapi edisi ke 5. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

Carter, G., D.J. Wise (2004). Esentials of Veterinary Bacteriology and Mycology.              Iowa Atate Press.137-139.

Daulay, (1983). Sumber Penularan dan Penyebaran Salmonella Serta Usaha            Pencegahan Dan Pengendalian FKH. IPB, Bogor.

Gould, D. (2003). Mikrobiologi Terapan Untuk Perawat. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Hadioetomo, R.S. (1985). Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Gramedia, Jakarta.

Subronto, (1985).  Ilmu Penyakit Ternak I, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Tjay, T.H. dan K. Rahardja (2002). Obat-obat Penting. PT Elex Media Komputindo, Jakarta.

 KASUS II

DARTAR KEPUSTAKAAN II

Anonimus, (2010). Ntagonisme Streptomyces Terhadap Sclerotium Rolfsii Saac Penyebab-Penyakit. http://anton.lecture.ub.ac.id/2010/06/ntagonisme-streptomyces-terhadap-sclerotium-rolfsii-saac-penyebab-penyakit-rebah-semai-pada-tanaman-kedelai/html.

Anonimus, (2009). Bakteri Steptomyces Griseus. .http://unalea.blogspot.com/2009/03/bakteri-streptomyces-griseus.html.

Anonimus, (2009) penyakit yang disebab kan jamur.

http://mawarmawar.wordpress.com/2009/02/27/penyakit-yang-disebabkan-oleh-jamur/.

Arin, Y. (2009) Isolasi dan penentuan aktivitas antimikrobia Isolat streptomyces terhadap Staphylococcus aureus serta uji bioautografi. skipsi . Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

 Ariningsih, I.R. ( 2009). Isolasi Streptomyces dari rizosfer familia poaceae yang berpotensi menghasilkan antijamur terhadap candida albicans. Skripsi. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Baron, S. (1996). Medical Microbiology. 4 edisi. Galveston (TX): University of Texas Medical Branch at Galveston.

Gerhardt, dkk., (1984). Manual Metode untuk Bakteriologi Umum v. 3, Mos- kva :Mir, 263 (in Russian).

JAMINAN KEAMANAN PANGAN PADA

PEMOTONGAN AYAM

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Abubakar, (2003). Mutu Karkas Ayam Hasil Pemotongan dan Tradisional dan Sistim Penerapan Hazard Analysis Critical Control Point. Jurnal Litbang Pertanian, 22(1) hal. 23-26. http://www.pustaka-deptan.go.id.

 

Abubakar, (2008). Standardisasi Rumah Potong Ayam (rpa) “Tradisional” dan Penerapan HACCP dalam Proses Pemotongan Ayam di Indonesia. http://www.bsn.or.id.

Abubakar, (2009). Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan Karkas Ayam Melalui Inovasi Teknologi Pascapanen dalam Menunjang Peluang Pasar. http://foodscientistresearch.blogspot.com.

Anonimus, (2004). Kiat-kiatMemilih Daging Haus.http://www.disnak.jabarprov.go.id

Anonimus, (2008). Sistem Jaminan Halal Pada Rumah Potong Hewan. http://www.foodreview.biz

Anonimus, (2008). http://www.bsn.go.id/files/@litbang/ppi2008/jakarta/standarisasi-rumah-potong-ayam.pdf.

 

Gustiani, E. (2009). Pengendalian Cemaran Mikroba pada Bahan Pangan Asal Ternak (Daging dan Susu) mulai dari Peternakan sampai dihidangkan. Jurnal Litbang Pertanian, 28(3).22-26. http://www.pustaka-deptan.go.id

Marzuki, A., R.T. Hertamawati dan  A. Bahariawan. (2002). Bak pencelupan air panas (scalding) terkontrol secara elektronik pada usaha pemotongan ayam .http://perpuspolije.multiply.com

Murdiati, T.B. (2006). Jaminan Keamanan Pangan Asal Ternak Dari Kandang Hingga Piring Konsumen. Jurnal veteriner.(30).hal.22-23 http://www.pustaka-deptan.go.id/publikasi/p3251064.pdf

Murtidjo, B.A. (2003). Pemotongan dan Penanganan Daging Ayam. Kanisius, Yogjakarta.

 

Pardede, E. (2009). Jaminan Keamanan Pangan. http://www.hariansumutpos.com

 

Prima,I.B. (2009). Peran Dokter Hewan Dalam Menyediakan Pangan Yang Asuh. http://duniaveteriner.com

Syukur, D.A. (2006). Biosecurity Terhadap Cemaran Mikroba Dalam Menjaga Keamanan Pangan Asal Hewan. http://www.disnakkeswan-lampung.go.id

 

AFLATOKSIN PADA PAKAN TERNAK

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Artikel aflatoksin di wikipedia bahasa Inggris 19:05, 5 Juli 2010

Administrator (2009) daun sambiloto  tangkal aflatoksin Gemerlap bisnis berkebun ada pasang surutnya tetapi tidak akan pernah mati. AGRITEKNO ada untuk menyebarkan informasi teknis pengetahuan dan seputar bisnis berkebun.

Breuer, A. 2005. About Mold. www.ronstate.cdu/ehs/Mold.htm. Cary, J.W., M.A. Klich, and S.B. Beltz. 2005. Characterization of aflatoxinproducing fungi outside of Aspergillus          section Flavi. Mycologia 97 (2): 425-432.

Cary, J.W., M.A. Klich, and S.B. Beltz. 2005. Characterization of aflatoxinproducing

fungi outside of Aspergillus section Flavi. Mycologia 97 (2): 425-432.

Etzel, R.A. 2005. Mycotoxins. Linking Evidence and Experience. http://www.mold             survivor.com/jamamycotoxins.html

Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Badan POM RI (2007)  sistemkeamanan terpadu  Jl. Percetakan Negara No. 23 Jakarta 10560. Telp : (021) 42803516. Fax (021) 42878701 E-mail : surveilanpangan@pom.go.id

Frazier, W.C. and D.C. Westhoff. 1988. Food Microbiology. 4th ed. New York: Tata McGraw-   Hill Publishing Company Limited.

Handajan, N. S dan Setyaningsih,  R. 2006. Identifikasi Jamur dan Deteksi Aflatoksin      b1Terhadap Petis Udang Komersial, Jurusan biologi Fmipa Universitas Sebelas Maret            (uns) Surakarta 57126

Hastono, S. 2003. Cendawan dan permasalahannya terhadap kesehatan hewan. Jurnal Veteriner   4 (2): 1-4.

Hiller K, Melzig MF 2007. Die große Enzyklopaedie der Arzneipflanzen und Drogen. Spektrum             Elsevier, Heidelberg

Ito, Y., S.W. Peterson, D.T. Wicklow, and T. Goto. 2001. Mycological Research 105: 233-239.

Kurtzman, C.P., B.W. Horn, and C.W. Hesseltine. 1987. Aspergillus nomius, a new aflatoxin       producing species related to Aspergillus flavus and Aspergillus tamarii. Antonie van    Leeuwenhoek 53 (3):147-158.

Lanyasunya, T.P., L.W. Wamae, H.H. Musa, O. Olowofeso, and I.K. Lokwaleput. 2005. The risk            of mycotoxins contamination of dairy feed and milk on smallholder dairy farms in     Kenya. Pakistan Journal of Nutrition 4 (3): 162-169.

http// www. Cakrawala; Racun aflatoksin pada kacang tanah- sharing of information around us

Heny Yusrini (2005) Teknik Analisis Kandungan Aflatoksin Bl Secara ELISA Pada Pakan Ternak dan Bahan Dasarnya, buletin teknik pertanian vol. 10, nomor 1, 2005 19

Rahmawati,Nisa, F.  Z., Elza, I. Risk Assessment Aflatoksin pada 10 Kecap Produksi Nasional;   Studi Keamanan Pangan di Indonesia. Program Studi Gizi Kesehatan Fakultas          Kedokteran Universitas Gadjah Mada, yogyakarta.

Suryadi, H., K. Maryati, dan Y. Andi. 2005. Analisis Kuantitatif Aflatoksin dalam Bumbu Pecel    secara KLT-Densitometri. www.ns.ui.ac.id/seminar 2005/Data/SPF-2003.pdf

Tournas, V., M.E. Stack, P.B. Mislivec, and H.A. Koch. 2001. Yeast, Molds, and Mycotoxins.       Washington, D.C.: U.S. Food & Drug Administration. Center for Safety & Applied     Nutrition. Wapedia – Wiki: Mikotoksinss

Wrather, J.A. and L.E. Sweet. 2006. Aflatoxin in Corn. Jefferson City: Delta Research Center.     Missouri Agricultural Experiment Station. MU College of Agriculture, Food and Natural


Chronic Respiratory Disease ( CRD) komplek  Kolibasilosis

DAFTAR PUSTAKA

 Akoso, 1998. Manajemen Kesehatan Ungas,  IPB . Bogor.

Anonimus, 2008. Chronic Respiratory Disease. Minggu, 26 Oktober 2008. http://agrinusa.com/index.php?option=com_content&task=view&id=25&Itemid=34. html.

Anonimus,  2011. Penyakit gorok (CRD)  pada ayam. SP. Sabtu, 29 Januari 2011. http://anang-pasi.blogspot.com/2011/01/penyakit-ngorok-crd-pada-ayam.html

Budi, T. A., 1999. Manual standar diagnostik penyakit hewan. Direktur  jendral pertenakan dan  Japang International Cooperation Agency (JICA), Jakarta .

Charles, R. T., 2000. Penyakit Ayam dan Penanggulangannya. Kanissius.Yogyakarta. www. Kanissiusmedia.com .

Diyanti, R., J. Jahja, S. Taty, 1998. Penyakit-Penyakit Penting pada Ayam. edisi 4. Medion.

Gibson, J. M. 1996. Mikrobiologi dan Patologi Modern Untuk Perawat. EGC, Jakarta.

Imbang, D. R., 2010. Kolibasilosis, kholera dan aspergillosis pada unggas.Staf Pengajar Jurusan Peternakan  Fakultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang.

Info medion , 2010. Penyakit Pernapasan yang Takpenah Tuntas. Artokel Ifo Medoin Online. Edisi Maret 2010. http://info.medion.co.id.

Info medion, 2008. Biangnya CRD Kompleks. artikel Info Medion Online http://info.medion.co.id.

Info Medion, 2011. Titik Lemah Manajemen Penyakit CRD Komplek. artikel Info Medion Online, edisi januari 2011.  http://info.medion.co.id.

Poultry Indonesia, 2010. Penyakit unggas.  http://www.poultryindonesia.com/modules.php?name=News&file=article&sid=1065.

PEMERIKSAN KUALITAS DAGING, SUSU

DAN TELUR 

DAFTAR PUSTAKA

  1. A.    Daftar pustaka pemeriksaan daging

Anonimus, 2004. Panduan Pelaksanaan Kegiatan Kesehatan Masyarakat Veteriner. Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan. Departemen Pertanian, http://www.deptan.go.id

Anonimus, 2006. Cara Memilih Ayam. http://www.upspiral.com

Astawan, M. 2004. Mengapa Kita Perlu Makan Daging. Departemen Teknologi Pangan dan Gizi. IPB. http://www.gizi.net

Bechtel, P. J. 1986. Muscle As Food. Academic Press, Inc., Orlando.

Djaafar, T.F., E.S. Rahayu, dan S. Rahayu. 2006. Cemaran Mikroba pada Susu dan Produk Unggas. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor, http://peternakan .litbang.deptan.go,id

Fardiaz, S. 1992. Mikrobiologi Pengelolaan Pangan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Frazier, W. C. and D. C. Westhoff . 1981. Food Microbiology, 3 Ed. Tata Mc. Graw Hill Pub. Co. Ltd., New Delhi.

Gibson, J.M. 1996. Mikrobiologi dan Patologi Modern. Untuk Perawat. Penerbit Buku Kedokteran, EGC, Jakarta.

Kleiner, I. S. and J. M. Orten (1975). Biochemistry. The CV. Mosby Co, New York.

Lawrie, R.A. 1995. Ilmu Daging. Diterjemahkan oleh Amiruddin Parakkasi. Edisi ke lima. Universitas Indonesia, Jakarta.

Munarnis, E. 1982. Pengolahan Daging. CV. Yasaguna. Jakarta.

Murtidjo, B.A. 2003. Pemotongan dan Penanganan Daging Ayam. Kanisius, Yogjakarta.

Purnomo, H. dan Adiono. 1985. Ilmu Pangan. Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.

Ramli, 2001. Perbandingan Jumlah Bakteri pada Ayam Buras Sebelum dan Setelah Penyembelihan. Skripsi, Fakultas Kedoteran Hewan Universitas Syiah Kuala.

Razali, D. W. Lukman, S. Agungpriono dan M. Sudarwanto, 2007. Penggunaan warna cle L* a* b* sebagai salah satu metode penelitian warna daging ayam bangkai. J. forum pascasarjana. Bogor (30): 237-244.

Siagian, A. 2002. Mikroba Patogen Pada Makanan dan Sumber Pencemarannya. Fakultas Kesehatan Masyarakat. USU. http://www.library.usu.ac.id

Soeparno,  1998. Ilmu dan Teknologi Daging. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Soeparno, 1992. Ilmu dan Teknologi Daging, Edisi I. Penerbit Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Syam, F.A. 2004. Keracunan Makanan. Pusat Informasi dan Penerbitan Departemen Penyakit Dalam FKUI/RSCM, http://www.interna.com

Thornton, H. and J. F. Grancey, 1997. Text Book of Meat Hygiene. 6th Ed. The University press, Aberdeen

Andarwulan, N. 2007. Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi. Fakultas Teknologi Pertanian. IPB. Bogor. http://www.femenina-online.com.

Anonimus, 2006. Telur Ayam, http://www.depkes.go.id

Anonimus, 2007. Kuning Telur Bukan Sekedar Warna. http://www.kompas.com

Azizah. 1994. Pengetahuan Bahan Makanan. Buku 3. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.

Benyamin, E.W. dan F.L. Feber. 1960. Marketing Poultry Poducts. John Willey and Inc. New York.

Buckle, K.A., R.A. Edwards, G.H. Fleet dan M. Wooton. 1985. Ilmu Pangan. Penerbit University Press.

Jakarta.

b. Daftar pustaka pemeriksaan susu

Anonimus, (1998). Badan Standarisasi Nasional. 2000. SNI 01-6366-2000, Batas Maksimum CemaranMikroba dan Batas Maksimum Residu dalam Bahan          Makanan Asal Hewan. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.

Anonimus, (2009). http://www.scribd.com/doc/31590741/SUSU-MILK

Anonimus, ( 2009a). Secuil Tentang Produk susu sapi. http://lita.inirumahku.com.

Anonimus, (2009b). Susu. http://muhammadbetha.blog.uns.ac.id.

Anonimus, (2009c). Susu. http://muhammadbetha.blog.uns.ac.id.

Anonimus, (2010 a). Susu. http://www.scribd.com.

Anonimus, (2010b). Susu Murni Segar.  http://sususapimurnisegar.blogspot.com.

Anonimus, (2010c). Sifat Fisik dan Kimia Susu.  http://duniasapi.com.

Anonimus, (2004). Sapi Perah. http://www.jakarta.go.id/jakpus/ternak/datsu.htm.

Buckle dkk (1985) Buckle, K.A., R.A. Edwards., G.H. Fleet dan M. Wooton. 1985. Ilmu Pangan. Penerbit University Press, Jakarta.

Buckle, K.A., R.A. Edwards., G.H. Fleet dan M. Wooton. (1985). Ilmu Pangan. Penerbit University Press, Jakarta.

Hadiwiyoto dan Hadiwiyoto, S. (1980). Pengolahan Hasil Pertanian. Jilid 2. Pengolahan Hasil Hewani (Susu dan Ikan). Fakultas Teknologi Pertanian. UGM, Yogyakarta.

Ressang, A.A. dan A.M. Nasution. (1988). Pedoman Ilmu Kesehatan Susu. (Milk Hygiene). IPB, Bogor.

Shiddieqy, I.M. (2006). Bakteri Menyebabkan Keracunan Susu, Pikiran Rakyat Bandung. http://www.pikiran-rakyat.com.

Saleh, E. (2006). Dasar Pengolahan Susu dan Hasil Ikutan Ternak. Fakultas Pertanian. USU. http://www.library.usu.ac.id

Siswono. (2005). Siswono. 2005. Agar Susu Segar Aman Dikonsumsi. http://www.gizi.net

  c.  Daftar pustaka pemeriksan telur

Anonimus, 2007. Batas Maksimum Cemaran Mikroba Dalam Bahan Makanan Asal Hewan. http://www.deptan.go.id

Fardiaz, S. 1992. Mikrobiologi Pengelolaan Pangan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Gaman, P.P. dan Sherington, K.B. 1992. Ilmu Pangan. Pengantar Ilmu Pangan Nutrisi dan Mikrobiologi. Edisi Kedua. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Hadiwiyoto, S. 1983. Hasil-hasil Olahan Susu, Ikan, Daging dan Telur. Liberty. Yogyakarta.

Haugh, R.R. 2004. The Haugh Unit for Measuring Egg Quality. U. S. Egg Poultry Magazine. No. 43, Pages 552-555 and 572 573. (1937).

Koswara, S. 1991. Teknik-teknik Pengawetan Telur Segar, Ayam dan Telur 62: 35-37.

Kuspartoyo. 1991. Pentingnya Pengelolaan Pasca Produksi Telur. Swadaya Peternakan Indonesia 78 : 18-20.

Lubis, S. 1990. Pengelolaan Penetasan dan Pemeliharaan Burung Puyuh. Fakultas Politeknik Pertanian. IPB. Bogor.

Muin, A. 1985. Kepadatan Kandang Puyuh Poultry Indonesia No. 63.

Rasyaf,. M. 1990. Pengelolaan Penetasan. Kanisius. Yogyakarta.

Sarwono, B. 1985. Telur, Pengawetan dan Manfaatnya. Penebar Swadaya. Jakarta.

Setiyanto, B. 1992. Pengawetan Telur Dengan Minyak Goreng. Poultry Indonesia   145 : 16-17.

Siagian, A. 2002. Mikroba Patogen Pada Makanan dan Sumber Pencemarannya. Fakultas Kesehatan Masyarakat. USU. http://www.library.usu.ac.id

Stadelman, W.J dan C.J. Cotteril. 1977. Egg Science and Technology. 2nd ed. Evi Publishing Company Inc. Westport. Connecticut.

Sudaryani, T. 1996. Kualitas Telur. Penerbit Penebar Swadaya. Jakarta.

Sudaryani, T. 1996. Kualitas Telur. Penerbit Penebar Swadaya. Jakarta.

Suyatmi. 1988. Cara Sederhana Menyimpan Telur Konsumsi. Penebar Swadaya Peternakan Indonesia. Jakarta.

Widianarko, B., A.R. Pratiwi., Ch. Retnaningsih. 2006. Cara Menyimpan Telur. Seri Iptek Pangan Vol. 1 : Teknologi, Produk, Nutrisi & Keamanan Pangan. Jurusan Teknologi Pangan. Unika Soegijapranata. Semarang. http://www.halalguide.info .

Widianarko, B., A.R. Pratiwi., Ch. Retnaningsih. 2006. Cara Menyimpan Telur. Seri Iptek Pangan Vol. 1 : Teknologi, Produk, Nutrisi & Keamanan Pangan. Jurusan Teknologi Pangan. Unika Soegijapranata. Semarang. http://www.halalguide.info .

 

AFLATOKSIN PADA PAKAN UNGGAS

DAFTAR PUSTAKA

Agdex, 1992.  Penyusunan dan Pemberian Pakan pada Itik yang Dipelihara Secara            Teratur.

Anonimus. 2008. Cara memilih pakan  berkulaitas . www.poultryindonesia.com

Budiarso, I.T. 1995. Dampak mikotoksin terhadap kesehatan. Cermin Dunia          Kedokteran 103: 5.

Code of Federal Regulations (CFR). 2001. Title 7, Section 810 – Agriculture, Official       US Standards for Grain. www.access.gpo.gov/ nara/cfr/cfr-tablesearch. html.              [6 April 2008].

Diener, U.L. and N.D. Davis. 1969. Aflatoxin formation by Aspergillus flavus. In              L.A. Goldlatt (Ed.). Aflatoxin. Academic Press, New York. p. 77-105.

Heny ,Y. 2005.Buletin Teknik Pertanian Vol. 10, Nomor 1,

Joelal, A. 2007.  Kualitas pakan ternak yang baik dan aman untuk mendukung       kesuksesan       usaha peternakan Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro             Kampus Tembalang,   Semarang.

Osweiler, G.D. 1996. Toxicology. The National Veterinary Medical Series, Williams          & Wilkins,       Media, PA: 409 ff. US Department of Agriculture (USDA)        Grain Inspection, Packers and            Stockyards Administration (GIPSA)        Backgrounder – Deoxynivalenol (DON).       www.usda.gov/gipsa              6              December 2001].

Raghavan, V. 1997. Home-mixing – adressing the problem. Asia Focus Proceding             VIV Seminars on Poultry and Pig Production. Misset International. p. 65 – 67.

Riley, R.T. and W.P. Norred. 1996. Mechanistic toxicology of mycotoxins. p.        193−211. In D.H.        Howard and J.D. Miller (Eds.). The Mycota VI: Human         and Animal Relationships.      Springer-Verlag, Berlin.

Riza,  A. A. 2009. Cemaran kapang pada pakan dan Pengendaliannya.  Balai besar           penelitian veteriner, , bogor, 20 februari 2009 Jurnal litbang pertanian,                 28(1), 2009.

 

Murni, R. 1993. Penggunaan Zeolit untuk Meningkatkan Daya Simpan Ransum dan

Pengaruhnya terhadap Kandungan Aflatoksin serta Kadar Nutrien. Disertasi   Fakultas Pascasarjana IPB. Bogor.

United States Department of Agriculture (USDA). 2008. A Focus on Aflatoxin              Contamination.http://fsrio.nal.usda.gov/documentfsheet?productid=48.                   [21 April 2008].

Widiastuti, R., R. Maryam, B.J. Blaney, N. Salvina, and D. Stoltz. 1988. Corn as a            source of  mycotoxins in Indonesia. Poultry feed and the effectiveness of       visual examination      method for detecting contamination. Mycopathologia          102: 45-49.

Yanuarti, C. 2004. Permasalahan kualitas pakan di Indonesia. hlm. 127−130.          Prosiding Seminar Nasional Parasitologi dan Toksikologi, Bogor, 20−21              April 2004. Balai Penelitian    Veteriner, Pusat Penelitian dan Pengembangan            Peternakan, DFID UK.

Yiannikouris, A. and J.P. Jouany. 2002. Les mycotoxines dans les aliments des      ruminants, leur  devenir et leurs effets chez l’animal. INRA Prod. Anim.                    15: 3−16.


 
Leave a comment

Posted by on May 21, 2011 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: